“maaf Diva.. boleh ikut duduk??” Tanya
Dokter Andre. Rekan dokterku sekaligus tetangga ku. “oh,,iya” balasku gugup.
“lagi ada masalah ya??” tanyanya.
“engga”
“aku ngga percaya”
Aku menatapnya. Dia tersenyum. “iyaa..”
balasku akhirnya.
Dia sedikit tertawa. “tentang
kerjaan??” Tanya nya. Aku mengangguk. “sekaligus tentang papa..” sambungku.
Selalu..selalu saja. Dia pasti cemas setiap aku bercerita papa sakit. Semenjak
kejadian 3 bulan lalu,saat ia datang kerumah untuk melamar ku.
“kenapa Om Doni??”begitulah panggilan
nya pada papa ku.
“sakit” balasku seadanya.
“sakit apa??”
“ngga tau..” deg!!aku merasa menjadi
anak yg sangat durhaka. Sebagai anak,harusnya aku memperhatikan papaku sendiri.
Tapi nyatanya.. aku hanya memikirkan pekerjaan ku saja.
“kapan rencana mau ke Yogya??” Tanya
Andre.
Aku menggeleng. Sekali lagi aku merasa
sangat berdosa terhadap papa. Andre menggengem tangan ku. “ aku antar pulang
yaa nanti malam” katanya. Aku menunduk.tak ada kata yang bisa terucap dari
mulutku. Aku harus pulang..!!
Malam nya,Andre benar-benar
menjemputku.
Tok..tok..
“yaa sebentar..” sahut ku. Kreek. Ku
lihat Andre sudh siap dengan kaos merah dan jaket hitam andalan nya. “siap??”
tanyanya. “ya,,sebentar.. aku ambil tas dulu..” kataku. Andre masuk ke rumah ku
dan duduk di ruang tamu.
“hmm. Wangi.. masak apa sih??” Tanya
nya setelah aku turun dan menemuinya di ruang tamu. Aku menunjuk kearah panci
yang hanya 30 cm dari nya. “masak??” tanyanya.
“iya.. buat papa.. aku inget papa suka
banget sup jamur.. jadi sengaja aku masakin buat papa.. smoga aja papa bisa
cepet sebuh..” kata ku. Andre tersenyum jail. “buat aku adakan?? Aku kan juga
mau nyicipin masakan calon istriku.. bwahaha :D”
Aku tersenyum. Tanpa di suruh,andre
mngangkat panic berisi sup itu ke mobilnya. Dan aku,menyusul.
…………………………………………………………………………………………………
“div.. diva..” ku rasakan matahari
mencolok mataku. Ku lihat Andre tengah dudk di sampingku. “kita hampir sampe..
tapi sekarang sarapan dulu ya.. aku laper..” katanya. Aku tertawa. Lekas ku
turun dari mobil dan pindah ke kursi blakng dimana pnci sup ditaro. Ku ambil
mangkok dan sendok juga sebungkus nasi.
“nih..” kataku menyerahkan semangkok
penuh berisi nasi dan sup jamur yg sudah dingin. Andre menerimanya dengan
senyum mengembang. ‘kamu juga makan donk..” katanya. “aku ngga lapar” balasku.
“laper ngga laper tetep harus makan..” sambungnya. Aku hanya diam duduk di
sebelah kursi kemudi-kursi yg andre duduki. “ehm..gini aja.. aku suapin yaa.. “
kata Andre. “eh-eh,, ngga ush.. “ sahut ku. “ayo sayang.. kamu harus makan..”
kata Andre.
_to be continue_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar